Menginjakkan kaki pertama kali di pulau Batam tgl 17 Juni 2007. Dengan pesawat Lion Air dari Jakarta, yang kena delay sampai 2 jam lebih. Alhasil sampai di Batam jam 19.30. Tapi untung sudah dijemput oleh supir kantor.
Batam???,,kayaknya gak pernah membayangkan sebelumnya akan tinggal di pulau kecil ini. Gak ada dalam rencana sama sekali, tahun 2007 lalu pilihanku kota Jakarta or Yogyakarta untuk bekerja. Tapi suatu malam hanya dengan chatting di YM dengan teman kuliah, Tuhan mengubah jalan hidupku. Aku yakin banget bahwa ini semua rencana Tuhan, saat itu memang sedang mencari pekerjaan, dan Tuhan memakai temanku Lia untuk memberikan informasi mengenai lowongan kerja di Batam sebagai guru IT. Sebenarnya Lia yang harus berangkatĀ tapi karena dia sudah bekerja di Solo maka dia menawarkan kepadaku.
Malam itu langsung mencari tahu mengenai sekolah yang dimaksud. Menelpon orang tua yang berada di Lampung mengenai keinginannku merantau ke Batam. Entah mengapa sewaktu mendengar ada lowongan di Batam dari Lia, hatiku mulai resah en gelisah. Rasanya ada dorongan kuat untuk pergi ke sana.
Keesokan paginya dirikuw menelpon kepala sekolah, dan beliau langsung setujuh dengan dirikuw dan aku harus berangkat minggu depannya ke Batam. Aku hanya punya waktu satu minggu sajah untuk menyelesaikan urusanku di Yogya. Padahal posisi saat itu aku sedang ada di Bandung. Pastinya semua kerja ngebut, dari Bandung ke Yogya untuk ambil barang di kost. Setelah itu berangkat ke Bandung lagi, lalu ke Lampung, dan hari Rabu 16 Juni 2009 berangkat ke Jakarta. Hari kamis subuh sudah berada di Gambir Jakarta, langsung ke bandara Cengkareng supaya tidak ketinggalan pesawat. Maklumlah ini kali pertamaku naek pesawat, seorang diri plus dari Sukarno Hatta yang besar ini.
Pengalaman tidak terlupakan kali pertama naek pesawat. Kali pertama check in, prinsip utamanya adalah tanya dan ngikutin orang laen yang pesawatnya bareng. Ada satu bapak yang aku tau kalau dia satu pesawat denganku. Aku ngikutin dia terus kemana dia pergi soalnya daku tidak tau terminal mana untuk menunggu. Kebayang banget wajah jengkel tuh bapak karena selalu diikuti dan diamati gerak-geriknya olehku.
Pesawat mendarat sempurna di Hang Nadim Airport..welcome to Batam….kesan awal ajah udah ngeri,,,dimana-mana tanah merah en hutan belantara..udah gitu pemukiman penduduknya jarang-jarang..Paling shock waktu nyampek di Mess kantor,,OMG apakah 2 tahun bisa kulalui ditempat seperti ini????
DIarsipkan di bawah: Curhat-Qu | Leave a Comment »





