Vinezz's Weblog

Just another WordPress.com weblog

B.R.O.W.N.I.E.S

World History

Food historians have traced the first recorded recipe for a brownie to the 1906 edition of The Boston Cooking School Cook Book by Fannie Merritt Farmer. This early recipe produced a relatively mild and cakey brownie. The name “brownie” first appeared in the 1896 version of the cookbook, but this was in reference to molasses cakes baked individually in tin molds, not true brownies.

A second recipe appeared in 1907 in Lowney’s Cook Book, by Maria Willet Howard and published by the Walter M. Lowney Company of Boston, Massachussetts. This recipe added an extra egg and an additional square of chocolate to the Boston Cooking School recipe, creating a richer, fudgier brownie. The recipe was named Bangor Brownies, possibly because it was created by a woman in Bangor, Maine. According to the 1979 Betty Crocker’s Baking Classics cookbook, brownies were accidentally invented by Maine home economist, Mildred Schrumpf when she served a chocolate cake that had collapsed in the oven.

According to another story, the brownie was invented in Chicago by the chef of the Palmer House Hotel during the 1893 Columbian Exposition. Bertha Palmer requested a dessert for ladies attending the fair that would be smaller than a piece of cake, and easily eaten from boxed lunches. These brownies feature an apricot glaze and walnuts, and are still being made at the hotel according to the original recipe.

My History

Berkecimpung di dunia brownies sejak tahun pertama kuliah,,sekitar tahun 2002. Awalnya ini aksi yang nekat ajah, waktu itu sekolah Minggu di gereja MDC Yogya mau ngadain acara outbound di Kaliurang. Dana yang dibutuhkan belum terpenuhi, kami selaku kakak-kakak dari SM mencari cara untuk mendapatkan dana. Mulai dari jualan kain bekas, atau barang-barang bekas lainnya ataupun jualan makanan. Temanku si Indah bilang kalo dia waktu SMU dulu pernah praktek buat brownies di kelas dengan gurunya. Caranya mudah dan enak, otomatis kita langsung mendapat ide untuk berjualan brownise. Secara jualan brownise gak ada saingannya neh.

Sistem jualannya dari kost ke kost,,bermodal koneksi yang cukup jejaring terciptalah suatu jaringan pemasaran brownise yang sangat maju. Kami meraup keuntungan yang sangat lumayan sekali dari brownies ini. satu loyang besar awalnya hanya dijual dengan harga Rp. 28.000,- padahal ukuran 16×16 cm. Murah banget dan lagi enak deh browniesnya gak ada duanya deh.

Setelah acara outbound itu selesai, ternyata aku mulai tertarik dengan brownise. Berhubung dirikuw sudah sangat mahir membuatnya jadinya bisnis inipun menjadi incaranku selanjutnya. Sekarang keuntungan masuk kantong pribadi dan kemajuan dalam pengepakan semakin matang. Dirikuw menemukan cara-cara yang pas untuk mendapat hasil yang baik dan tempat-tempat untuk membeli bahan-bahan baku yang murah. Hasil yang aku dapatkan sungguh diluar dugaan, tapi karena management keuanganku yang tidak baek semuanya tetap lenyap ditelan bumi eh salah ditelan cacing hehehehe…..

Setiap ada hari-hari besar aku mendapat banyak pesanan brownie, tidak tanggung-tanggung bisa puluhan loyang. Untuk Natal, lebaran atau yang paling pas untuk Valentine..

Macam-macam complain pelanggan juga pernah kualami ataupun permintaan pelanggan yang aneh-aneh itu menjadi suka dan duka dalam berjualan brownie.

Satu fakta yang menarik bahawa aku tidak terlalu suka makan brownie bikinanku sendiri. Jarang sekali aku mencicipi brownie buatanku, bisa dihitung jari deh, ini mungkin dikarenakan aku sudah terlalu bosan melihat dari proses pembuatan sampai jadinya. Tapi kalau untuk rasa tetep deh rasa tidak pernah bohong,,brownie buatanku Mak nyussssssss!!!!!

Sekarang sudah tidak pernah lagi buat brownie, hal ini dikarenakan kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk membuatnya. Tapi terbersit dianganku suatu saat nanti brownie akan kujadikan bisnis yang mendulang emas. Tuhan kasih talent ke aku untuk membuat kue bukan hanya brownie jadi nantinya pasti aku akan sukses dibidang ini.

Nie dia referensi brownie-brownie yang aku suka selain punyaku sendiri :

  1. Brownies dari Toko Roti Almond Yogyakarta, enak banget nie brownie apa lagi dibuat kecil-kecil banget dengan cup cake. Jadi kepengen neh makan nie brownie lagi setalah lama meninggalkan Yogya.
  2. Brownies kukus Amanda Bandung, wah yang ini memang tiada duanya deh patut untuk dicoba dengan berbagai rasanya.

Februari 23, 2009 - Posted by | Discuss Topic

5 Komentar »

  1. harganya berapa sih 1 loyang brownise amanda? dipotong jd brp ya?

    Komentar oleh Aan | Maret 29, 2009 | Balas

  2. Met sore mbk, kami asli jogja skrg sdh 6thn tinggal di pasuruan, kbtlan anak kami skrg sdh agak besar2, jd sdh bisa ditggal, utk itu kami brniat bikin dan jualan roti eit kmrin sdh lgsung ada pesanan dan td br sj ada pesanan 5 loyang, tp istriku msh bingung matok harganya, brp ya enaknya ngasih harga cat lebar loyang 22 x 22. trmksh sbnrny kami jg mau sharing tentang suka duka mbk dlm membuat brownise. nb. istriku dulu lulusan aks akk d3 trus neruskan di sarwi pendidikan boga s1 dan wktt bujang sempat sukses di jogja bikin kue kering. trmksh. utk teman2 yg mau sharing bisa lgsung via emailku mrbhnslsthd7@gmail.com trmksh

    Komentar oleh Aan | Maret 29, 2009 | Balas

  3. oiya via email jg bisa ok

    Komentar oleh Aan | Maret 29, 2009 | Balas

  4. Pak Aan…saya sudah kirim email ke bapak,,,kapan2 kita sharing tentang suka duka berjualan Brownies…sukses selalu…

    Komentar oleh vinezz | Maret 30, 2009 | Balas

  5. Trmksh sukses selalu

    Komentar oleh Aan | Maret 30, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.